Kisah Dibalik Uang Rp.15 Juta MASYA ALLAH

Posted on

.

Kisah Dibalik Uang Rp.15 Juta MASYA ALLAH

 

DosenIslam.com || Sebelum pulang kerumah, Karim menelpon Ibunya, “Assalammualaikum Ibu, alhamdulillah, akhirnya saya akan dapat berkuliah di Kampus impianku, saya baru menerima uang bonus dari tempat kerjaku sebesar Rp. 15 Juta ” Di ujung telpon, sang Ibunda tak banyak berkata hanya bahagia Haru mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, semoga dengan ini Allah SWT mudahkahkan segala urusan mu Nak”.

Sudah sejak lama, Karim berharap untuk bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, sudah lebih 1 tahun berlalu Karim rela bekerja demi impian dan membantu keluarganya. Allahamdulillah berkat izin Allah SWT uang yang iya dapatkan dan disimpannya selama ini cukup untuk bisa memulai perjalannan kuliahnya.

Allah Yang Beri, Allah Yang Tentukan.

Masya Allah, dalam perjalanan pulangnya, Karim ditelpon oleh Kakaknya yang berada diluar kota, “Assalammualaikum Dek, dengar dari Ibu kamu sedang ada uang ya ? sebelumnya kakak minta maaf tapi kalau tidak kebertatan boleh kakak gunakan Uanganya untuk biaya pengobatan Anak kakak yang sakit sebab uang yang kami miliki masih belum cukup, Keponakanmu sakit Malaria dan harus dirawat di rumah sakit, sudah 3 hari namun belum terlihat sembuhnya,dan sang dokter meminta agar keponakanmu untuk tetap dirawat inap dirumah sakit, dan untuk perpanjangan biaya perawatan kami masih butuh uang Rp. 5 juta” Tanpa ragu dan befikir panjang, karim pun bilang ke kakaknya, “insyaAllah saya ada uang, nanti saya akan kirimkan kepada kakak”

Dalam hati kecil Karim berkata “Insya Allah uangnya masih cukup untuk kuliah, semoga perngorbanan ini tak sia-sia ya Allah.”
.

Hanya Allah Yang Tahu Kemana Takdir nya.

Setelah sampainya Karim dirumah, dan belum sempat dia memberikan uang yang iya dapatkan, tiba-tiba dari arah pintu masuk datanglah seorang sahabat karibnya semasa kerja, sambil tertuduk lesu dan sedih. Sahabatnya itu sambil terbata mengabarkan bahwa dia sedang dalam masalah, bahwa dia harus segera melunasi hutang orang tuanya malan ini juga. Sebab hutangya telah lama ada, semua hasil kerja kerasa sahabat dan orang tuanya masih belum bisa melunasi, dan sisah hutangya masih ada sekitar Rp 7 Juta.

Mendengar itu dalam hati ia pun berkata “Jika aku berikan kepada sahabatku, maka tahun ini ada kemungkinan besar tidak dapat melanjutkan pendidikan seperti yang aku impikan disatu tahun terakhir ini.”

Namun Hati kecilnya berkata “Insya Allah, kalau Allah Izinkan maka saya akan tetap berkuliah, dan Insya Allah hanya Demi Allah SWT aku akan Ikhlas memberikan bantuan kepadanya. Karena aku Yakin Insya Allah ini memang jalan Allah untuk saya Yakin terhadap ketetapan Allah” Akhirnya Ia pun menuruti panggilan hati kecilnya.

.
Ikhlas Menghadapi Takdir.

Selesai dengan kejadian itu, Karim langsung pergi berwudhu dan shalat Sunnah, selesai shalat ibunya bertanya “Ada apa, Karim? Nggak seperti biasanya pulang kerumah sedih gini?” sambil mengambil napas panjang, “Ibu tadi kakak sedang butuh uang Rp 5 Juta untuk biaya tambahan pengobatan anaknya, dan baru sampai dirumah temenku minta tolonng buat bantu bayar hutang orang tuannya dan entah kapan bisa dibayarnya. Uang saya untuk kuliah ndak ada lagi, sebab hanya tinggal Rp 3 Juta. dan tampaknya saya ndak akan bisa ikut Kuliah diTahun ini Bu.”

Sang ibu pun tersenyum, “Aduh, Anak ku Karim, kirain ada apa. Anak ku sesungguhnya uang yg kamu miliki untuk kuliah bukan belum ada, hanya saja belum cukup. dan Insya Allah Ibu tetap bangga dengan kamu karim, sebab Uang yg kamu infakkan kepada saudaramu dan kepada sahabat mu, insya Allah uang mu itu telah berubah menjadi amal terbaik dan itulah merupakan bentuk uang kamu yg sesungguhnya. karena hakikatnya Yang akan kita bawa menghadap Allah SWT, bukanlah uang ataupun harta yang tetapi melainkan amal terbaik kita didunia ini. serta bisa jadi mungkin uang Rp 3 Juta itu, masih belum jelas, apa kah benaran harta mu yang bisa kamu manfaatkan atau malah bisa jadi bukan.”

Sambil memeluk Karim anaknya, “Anak ku, insyaAllah bisa jadi ini Takdir Allah SWT yg terbaik. mungkin saja bila kamu kuliah tahun ini, mungkin keselamatan keponakan mu dan ketentraman keluarga temanmu akan terancam, dan bersyukurlah berkat harta yang kamu berikan mudah-mudahan Allah SWT jadikan ringan ujian hidup mereka, berbaik sangka kepada Allah, karena hanya Allah SWT yang hanya tahu apa yg terbaik untuk kita miliki dan butuhkan sekarang ini.”

Sambil tersenyum dalam haru “Terima kasih Ibu, Insya Allah saya Ikhlas kok.”

Wallahu A’lam. ( ” Kisah Dibalik Uang Rp.15 Juta MASYA ALLAH ” )

.

Lihat juga :

.

.

.