“Syarat & Ketentuan” Pembagian Harta Warisan Dalam ISLAM

|

“Syarat & Ketentuan” Pembagian Harta Warisan Dalam ISLAM

|
DosenIslam.com || Bismillahirrohmanirrohim Segala puji hanya bagi Allah SWT, Rabb semesta alam ini pemilik apa yang ada dunia maupun dilangit. Dan Shalawat serta salam kepada Nabi kita Nabi Allah Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat dan serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan benar hingga akhir zaman.

Dalam tulisan kali ini saya akan mecoba mengajak pembaca sekalian untuk kebali lagi mendalami ilmu tentang MAWARIS, nah sebelumnya buat para pembaca yang lupa apa itu MAWARIS maka ada baiknya saya mencoba menyarankan pembaca sekalian untuk melihat dulu tulisan saya sebelumnya yaitu Apa itu MAWARIS dan Ketentuan MAWARIS Dalam Islam nah bila sudah, maka silahkan lanjutnkan membaca tulisan saya kali ini.

|
Syarat-syarat Mewarisi

Tahukah kita ? Pemidahan hak dengan jalan waris dan mewarisi, bisa terjadi atau berlangsung jika saja memenuhi beberapa syarat seperti dibawah ini :

  • Matinya Muwaris

    Orang yang akan mewariskan sudah benar-benar mati, baik mati secara hakiki, hukmi atau takdiri.

  • Hidupnya Muwaris

    Ahli waris masih benar-benar hidup pada saat muwaris meninggal.

  • Tidak ada Penghalang

    Tidak ada yang menghalangi si penerima harta waris apabila ada dari empat penghalang (Budak, Pembunuh, Murtad, & Kafir coba lihat lagi : Ketentuan MAWARIS Dalam Islam ) maka waris-mewaris tidak akan terjadi.
    |

Ketentuan Bagian Penerimaan Ahli Waris

Para ahli waris yang akan menerima warisan atau harta waris, secara umum dibagi menjadi 2 garis besar, nah apa sajakah itu ?

  • Ahli Waris Zawil Furud

    Ahli Waris Zawil Furud, iyalah para ahli waris yang bagian-bagian penerimanya sudah ditentukan, seperi 1/2, 1/3, 1/4, 1/6, 1/8, dan 2/3.

  • Ahli Waris Asabah

    Ahli Waris Asabah, iyalah para ahli waris yang dimana bagian-bagiannya penerima sudah tidak ditentukan, tetapi menerima dan menghabiskanya.

Nah selanjutnya saya akan memeparkan bagaimana penerimaan yang sudah ditentukan untuk para pewaris atau para ahli waris terutaman ahli waris Zawil furud mulai dari 1/2, 1/4 sampai seterusnya, untuk lebih detailnya mari lihat penjelasan berikut ini :

  • Ahi Waris Yang Mendapat 1/2

    1) Anak Perempuan Tunggal.
    2) Cucu Perempuan Tunggal.
    3) Saudara Perempuan Tunggal Yang Seibu Sebapak.
    4) Saudara Perempuan Tunggal Sebapak Lain Ibu.
    5) Suami, Apabila Pewaris (Istrinya) Tidak Meninggalkan Anak Atau Cucu

  • Ahli Waris Yang mendapat 1/3

    1) Ibu, Apabila si Pewaris (Anaknya) Tidak Meninggalkan Anak Atau Cucu (Dari Anak Laki-laki), Atau Dua Orang Saudaranya (Lebih) Laki-laki maupun Perempuan, Sekandung/Sebapak atau Seibu Saja.
    2) Dua Orang Saudara Yang Seibu atau Lebih, Baik Laki-laki maupun Perempuan.

  • Ahli Waris Yang mendapat 1/4

    1) Suami, Apabila Istrinya Yang Meninggal Dunia Mempunyai Anak Atau Cucu.
    2) Istri, Seseorang Ataupun Lebih, bila Pewaris (Suaminya)Tidak Ada (Meninggalkan)Anak Atau Cucu.

  • Ahli Waris Yang mendapat 1/6

    1) Bapak, Apabila Yang Wafat meninggalkan Anak Atau Cucu.
    2) Ibu, Apabila Yang Wafat meninggalkan Anak, Cucu, Atau Saudara Lebih Dari Seorang.
    3) Kakek, Apabila Yang Wafat meninggalkan Anak Atau Cucu.

    4) Nenek Dari Pihak Ibu Apabila Yang Wafat Tidak Meninggalkan Ibu.
    5) Nenek Dari Pihak Bapak (Seseorang Atau Lebih) Apabila yang Wafat Tidak Meninggalkan Bapak atau Ibu

    5) Cucu Perempuan Dari Anak Laki-laki.
    6) Saudara Perempuan Sebapak, Seseorang atau Lebih Apabila yang Wafat Meninggalkan Seorang Saudara Perempuan Sebapak Seibu dan tidak meninggalka:
    *. Anak Laki-laki,
    *. Cucu Laki-laki,
    *. Bapak,
    *. Saudara Laki-laki Seibu Sebapak, atau
    *. Saudara Laki-laki Sebapak.

    7) Saudara Perempuan Seibu, Laki-laki atau Perempuan Apabila Wafat Tidak Meninggalkan :
    *. Anak,
    *. Cucu,
    *. Bapak, atau
    *. Kakek.

  • Ahli Waris Yang mendapat 1/8

    1) Istri (Seseorang Atau Lebih) Apabila Suami (Pewaris) Meninggalkan Anak atau Cucu dari Anak Laki-laki.

  • Ahli Waris Yang mendapat 2/3

    1) Dua Anak Perempuan Atau Lebih, Jika Tidak Anak Laki-laki.
    2) Dua Cucu Perempuan Dari Anak Laki-laki Jika Yang Meninggal (Bapak Atau Ibu) Tidak Meninggalkan Anak Laki-laki ataupun Anak Perempuan.
    3) Dua Saudara Perempuan Atau Lebih Yang Sekandung.
    4) Dua Saudara Perempuan Atau Lebih Yang Sebapak Jika Yang Wafat Tidak Meninggalkan :
    *. Anak,
    *. Cucu,
    *. Bapak,
    *. Kakek,
    *. Saudara Laki-laki Sebapak, Atau
    *. Saudara Perempuan Seibu Sebapak.

Demikilah pembahasan kali ini tentang “Syarat & Ketentuan” Pembagian Harta Warisan Dalam ISLAM”
Wallahu A’lam Semua pembahasan diatas diambil dari berbagai macam sumber dan menegenai Ilmu Ahli Waris semua di sadur dengan Sumber
Al Qur’an Surat An Nisa (ayat 11, 12, 176) dan Beberapa Hadist Lainnya.
Semoga Ilmu ini akan mudah kita pahami, kita sampaikan dan kita Amalkan Semoga Allah SWT selalu menjaga kita dalam jalan terbaikNya.

Ayo Tambah Ilmu lagi Lihat Juga :

 

 

 

Pengunjung Juga Mencari:

  • ketentuan waris dalam islam
  • ketentuan waris
  • syarat pembagian warisan
  • ketentuan ketentuan waris dalam islam
  • sebutkan ketentuan waris dalam islam
  • ketentuan warisan dalam islam
  • ketentuan pembagian warisan
  • ketentuan pembagian waris com
  • ketentuan pembagian waris
  • ketenruan waris dalam islam
  • warisan ketentian
  • pembagian warisan beserta syaratnya
  • ketentuan waris dlm islam
  • ketentuan waris dlam islam
  • ketentuan waris dalam islam singkat
  • ketentuan harta waris
  • ketentuan ketentua waris dalam islam
  • ketentuan wa
  • ketentuan tentang waris
  • ketentuan pbagian harta warisan
“Syarat & Ketentuan” Pembagian Harta Warisan Dalam ISLAM | zeroxdeni | 4.5
Shares
%d bloggers like this: