[PENTING !] Pengertian Riba menurut Islam !

[Penting!] Pengertian Riba menurut Islam

.

DosenIslam.com || Riba bila kita artikan Secara bahasa, artinya adalah ‘ziyadah’ atau tambahan. Dan bila perngertian di Dalam Lisanul ‘Arab’ dikatakan: ‘rabaa asy-syai-u, yarbuu rubuwwan wa ribaa-an’, yang dimana artinya iyalah bertambah dan tumbuh (zaada wa namaa).(Ibnu Manzhu).

Makna sederhananya Riba iyalah suatu perkara yang menetapkan atau mencoba melebihkan jumlah pinjaman dengan jumlah atau persentase tertentu yang hal tersebut dibebankan kepada si peminjam.

 

Jauhilah Riba ?

Tahukah kita bahwa Riba ada dimana-mana, dalam kehidupan kita sangat banyak hal yang berhubungan dengan riba. Sayangnya hal ini Allah SWT sangat melarang kita berhubungan dengan apa yang disebut dengan ‘Riba’, bahkan  Allah SWT  berfirman yang diabadikan dalam tinta emas Al Qur’an surat Al-Baqarah : ayat 278 yang artinya

Pastinya kita yang mengaku beriman kepada Allah SWT dan mengikuti Rasul-Nya sudah menjadi kewajiban kita untuk menjauhi dan takut pada hal-hal yang Allah SWT perintahkan kita untuk menjahui dan melarangannya.

 

Mengapa Riba kita tidak boleh Dekati ?

Tinggalkanlah Riba Mengapa ? sebab perlu kita ketahui bersama bahwa Allah SWT mengacam para pengguna Riba dan bahkan Allah SWT akan memerangi nya, sebagai mana yang kita ketahui bersama hal itu telah Allah SWT sampaikan didalam Al Qur’an surat Al-Baqarah : Ayat 279 yang artinya sebagai berikut

Perlu kita ingat, hal yang perlu kita pahami lagi iyalah jika kita tetap mengambil riba, maka Allah mengancam perang dengan kita. Mengapa ayat ini berbunyi seperti itu ? sebab Allah SWT ingin mengingatkan agar kita tidak menganiaya diri kita sendiri dengan terus menerus berhubungan dengan Riba, Oleh karnanya mari lah kita menjauhi Riba, dan Jika kita ingin bertaubat, seperti yang Allah SWT firmankan maka harta pokoknya saja yang diambil, tambahan riba tidak boleh diambil.

 

Jadi ?

Orang yang berhutang hendaknya dipermudah, jangan dipersulit Kemudahan yang diberikan bisa jadi diberi penundaan sampai memiliki harta taupun kemudahan lain bisa jadi pula bersedekah dengan cara memutihkan utang atau menggugurkan sebagiannya.

Rasulullah SAW bersabda:

 “Barangsiapa ingin mendapatkan naungan Allah ‘azza wa jalla, hendaklah dia memberi tenggang waktu bagi orang yang mendapat kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan dia membebaskan utangnya tadi.” (HR. Ahmad, 3: 427. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Wallahu A’lam, semoga penjelasan sederhana dan singkat dari kami tentang ” Pengertian Riba menurut Islam ” dapat menambah wawasan para pembaca sekalian. semoga Allah SWT selalu memudahkan kita dalam menuntut Ilmu terbaik-Nya.

Lihat Juga :

 

 

 

Pengunjung Juga Mencari:

  • kegiatan riba di tengah masyarakat
[PENTING !] Pengertian Riba menurut Islam ! | zeroxdeni | 4.5
Shares
%d bloggers like this: