Kisah Sahabat Nabi Abu Bakar

kisah sahabat nabi abu bakar – As Shiddiq dan Pengemis Buta . Sudah sewajarnya kita sebagai Hamba Allah SWT yang mengaku beriman, untuk selalu menambah khasana ilmu pengetahuan kita mengenai agama kita (Islam), mulai dari Fiqih, Hadist, Al-Qur’an dan lain sebagainya, oleh karenanya pada tulisan kali ini, kami DosenIslam.com akan berbagi ilmu hikmah dari sebuah kisah Teladan seorang sahabat Nabi Abu Bakar As Shiddiq. Apa kisah beliau dan nilai teladan apa yang bisa kita dapat dari Rasullulah SAW, langsung saja lanjutkan bacaan ada ke paragraf berikutnya, dan jangan lupa untuk share saudara/i kita yang lainnya.

Sebelum lanjut Baca Juga : “Agar Puasa Tidak Sia-Sia
.

Kisah Sahabat Nabi Abu Bakar

kisah sahabat nabi abu bakar

Kisah sahabat nabi abu bakar As Shiddiq dan Pengemis Buta “Teladan”

Di pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi yang buta, disetiap harinya dan disetiap kali kesempatannya bilau terus menjelek-jelekkan Rasulullah SAW, jika ada orang yang ada didekat ataupun yang mendekatinya maka dia selalu berkata.

“Wahai saudaraku janganlah dekati Muhammad, sesungguhnya dia itu orang gila, pembohong, tukang sihir, serta penipu, jika kalian dekat atau mendekatinya maka pastilah kalian akan langsung dipengaruhi oleh Muhammad.”

Tanpa kenal waktu, kata-kata itulah selalu terucap untuk Nabi Muhammad (Rasulullah SAW)  setiap hari dari dirinya. Biarpun begitu Rasulullah SAW Setiap pagi itu juga datang dan menghampiri pengemis tersebut dengan membawa makan-makanan, tanpa banyak berkata kata atau mengungkit apa yang pengemis tersebut ucapkan untuknya. Rasulullah SAW hanya menyuapi makan yang dibawanya untuk pengemis tersebut.

Tanpa diketahui pengemis yang buta tersebut bahwa yang selalu memberi serta menyuapinya makan setiap pagi adalah Rasulullah, pengemis tersebut lagi-lagi dan tetap selalu berpesan agar tidak mencoba mendekati orang yang bernama Muhammad. Biarpun begitu, tetap saja dengan tulusnya Rasulullah SAW masih tetap menyuapi pengemis tersebut hingga Beliau (Rasullullah SAW) wafat.
.

Sebelum Lanjut Baca juga : “Penjelasan Akhlak Nabi Muhammad SAW Part 2
.

Suatu hari Aisyah dikunjungi oleh ayahnya yaitu Abu Bakar, lalu Beliaupun bertanya kepada Aisyah.

“Anakku adakah sunnah kekasihku (Rasulullah SAW) yang belum aku kerjakan ?” Tanya Abu Bakar.

lalu langsung Aisyah menjawab

“Ayah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satupun sunnah yg belum Ayah lakukan kecuali ada satu sunnah saja yang belum.”

“Apakah Itu ?” tanya Abu Bakar.

“Disetiap pagi harinya Rasulullah selalu pergi untuk menuju pasar dengan membawa bekal makan-makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta, yang berada di pasar madinah” jawab Aisyah.

Langsung saja tanpa banyak cerita di hari esoknya, Abu bakar langsung pergi menuju ujung pasar tepat dimana aisyah memberitahu tempat pengemis itu berada, dengan membawa bekal makanan yang telah dipersiapakan untuk diberikan kepada pengemis buta itu.

Ketika Abu Bakar sampai, iya pun langsung saja membuka dan memberikan bekal makanan yang telah iya bawh untuk pengemis itu, disuapinya si pengemis, dan tiba-tiba tanpa iya duga sebelumnya pengemis itu marah dan berkata.

“Siapakah kamu? ”

Abu Bakar menjawab, “Aku orang yang biasa”

“Bukan” Timpal pengemis Buta tersebut, lalu pengemis itu melanjutkan perkataannya.

“Engkau bukanlah orang yang sama, yang biasa mendatangiku, sebab ketika iya datang disini tidaklah susah tangan ini untuk memegang, dan tak susah mulut ini mengunyah makanan yang ia beri kepadaku, Orang itu menyuapiku tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan yang iya akan beri kepadaku dengan mulutnya dan setelahnya ia baru berikan kepada ku.”

Mendengar perkataan pengemis tersebut Abu bakar, terharu dan tak dapat menahan air mata yang akan keluar dari matanya, dalam keadaan haru dan sedih ia berkata kepada pengemis itu.

“Aku memang bukanlah orang biasa yang sering menyuapimu, aku ini hanyalah salah seorang dari sahabatnya, dan kini orang yang biasa menyuapimu itu telah tiada, dan nama orang itu iyalah Muhammad bin Abdullah (Rasulullah SAW).”

Setelah selesai mendengar penjelasan dari Abu Bakar, pengemis itupun langsung sedih dan menangis, dalam tangisnya kemudian ia bertanya.

“Benarkah demikian?, selama ini aku selalu dan terus mencaci makinya, memfitnahnya, dan menolak kebenaran yang iya bawa, walau begitu ia tidak pernah marah sedikitpun, malah iya mendatangiku dengan membawa makanan dan kebaikan setiap pagi, ia begitu mulia.”

Setelah perkatannya itu, atas izin Allah SWT Pengemis Yahudi buta itu langsung mengucap dua kalimat syahadat dihadapan Abu Bakar. Masya Allah.

.(*_~).

Demikianlah tulisan kali ini, semoga saja melalui tulisan yang sederhana tentang ” Kisah sahabat nabi abu bakar As Shiddiq dan Pengemis Buta “Teladan” “ akan menambah ilmu dan pemahaman kita untuk terus tulus dalam melakukan semua amal kebaikan. semoga Allah selalu mejaga kita dalam kebaikannya.

Lihat juga :

->. Teruslah ” Doa Kepada Allah SWT ” Pasti Di Kabulkan.

dan

->. Kisah Calon Penghuni Surga Karena Kata “MAAF”

Kisah Sahabat Nabi Abu Bakar | zeroxdeni | 4.5
Shares
%d bloggers like this: